Timnas Brasil – Sejarah, Skuad, & Prestasi Sepak Bola Negeri Samba

Setiap ada pagelaran Piala Dunia, timnas Brasil selalu mendapat ekspektasi tinggi untuk bisa mengulang kesuksesan seperti di era Ronaldo Luís Nazário de Lima. Wajar saja, hampir kebanyakan klub besar di seluruh penjuru dunia setidaknya memiliki satu talenta asal Brasil.

Namun, saking banyaknya talenta dan bakat sepak bola Brasil, tim nasional negeri Samba ini banyak yang menilai miskin taktik karena hanya mengandalkan skill individu para pemainnya. Ini juga yang menjadi penyebab Brasil dalam satu dekade terakhir belum mampu kembali meraih trofi.

Sejarah Singkat Timnas Brasil

Tim nasional sepak bola Brasil berada di bawah naungan Confederação Brasileira de Futebol (CBF) atau federasi sepak bola Brasil yang telah berdiri sejak 1914. Brasil kemudian tergabung FIFA dari tahun 1923 dan sudah menjadi anggota CONMEBOL (Asosiasi Sepak Bola Amerika Selatan) di tahun 1916.

Tiga Trofi Copa America & Piala Dunia 1930

juara piala dunia

Tak seperti sekarang, awalnya Brasil bukan negara yang dikenal karena sepak bola. Namun, Brasil mulai menjadi bisa bersaing setelah hadirnya pemain bernama Arthur Friedenreich.

Pemain ini memiliki julukan The Tiger, The Original “Black” Pearl, dan digadang-gadang sebagai pemain ras campuran pertama terbaik yang ada di sepak bola.

Bersama, Arthur dan kemampuan mencetak golnya, Brasil berhasil meraih trofi pertama mereka di South American Championships (sekarang Copa Amerika) tahun 1919 dan 1922 yang diadakan di Brasil.

Di tahun 1930, Piala Dunia pertama kali diselenggarakan di Uruguay. Brasil turut ambil bagian dalam kompetisi ini tetapi harus pulang lebih cepat karena kalah dari Yugoslavia.

Lalu, di Piala Dunia 1934, Brasil mencatatkan pencapaian lebih baik dengan meraih semifinal. Namun, kalah oleh Prancis yang kemudian menjadi juara.

Setelah puasa gelar selama 27 tahun, Brasil kembali menjadi tuan rumah South American Championships 1949. Dukungan suporter kembali terbukti merupakan kunci sukses Brasil karena Seleção berhasil keluar sebagai juara.

Pelé, Generasi Emas Pertama & Tiga Trofi Piala Dunia

 

pele timnas brasil
https://commons.wikimedia.org/

Saksi munculnya generasi emas termasuk munculnya salah satu legenda sepak bola, Pelé terjadi di Piala Dunia 1958. Dengan deretan pemain yang memiliki skill mumpuni, trofi Piala Dunia yang diselenggarakan di Swedia ini menjadi yang pertama Brasil sekaligus menjadi negara pertama yang menang di luar benua.

Timnas Brasil kemudian secara berturut-turut kembali juara di Piala Dunia 1962 Chili. Namun, pemain yang bersinar kala itu bukan lah Pelé (cedera), melainkan penggantinya yaitu Garrincha.

Nasib Brasil di Piala Dunia 1966 kurang beruntung. Akan tetapi, banyak pihak menilai Piala Dunia edisi ini merupakan turnamen yang keras, dalam artian para pemain saling adu fisik dan Pelé salah satu korbannya.

Pelé harus puas hanya bermain hingga babak penyisihan pertama akibat cedera. Bahkan, legenda Brasil ini sempat menyatakan tak mau main lagi di Piala Dunia.

Namun, Pelé kembali bermain di Piala Dunia 1970 Meksiko. Hal ini tak disia-siakan timnas Brasil karena mereka kembali berhasil menjadi juara sekaligus membuat berbagai pihak menyebut jika skuad Brasil kala itu merupakan yang terbaik sepanjang masa.

Di sisi lain, Piala Dunia Meksiko juga menjadi yang terakhir bagi Pelé.

Generasi Emas Kedua

juara piala dunia

Setelah ditinggal Pelé, Brasil hanya ikut meramaikan bahkan tak pernah meraih partai final di Piala Dunia.

Di Copa America, Brasil pun memiliki nasib yang hampir sama karena tak pernah juara selama 19 tahun. Namun, Brasil kembali jadi juara di Copa America setelah kembali menjadi tuan rumah.

Penantian Brasil untuk kembali sukses di Piala Dunia Amerika berakhir di tahun 1994 setelah muncul generasi emas kedua. Timnas Brasil kali diperkuat deretan pemain seperti Romário dan Bebeto sebagai penyarang, Dunga sebagai kapten sekaligus jendral lapangan tengah, kiper Cláudio Taffarel dan bek Jorginho.

Trofi Piala Dunia 1994 ini menjadi yang keempat bagi Seleção dan kala itu merupakan sebuah rekor.

Generasi ini berlanjut ke Piala Dunia 1998 dimana generasi penerus dengan kualitas tak kalah mentereng mulai bermunculan. Salah satunya adalah Ronaldo meski Brasil harus puas menjadi runner-up karena kalah oleh Prancis di final.

Era “3R”

https://commons.wikimedia.org/

Memasuki era milenium, Brasil diperkuat “3R” (Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho). Piala Dunia 2002 Korea Selatan dan Jepang jadi saksi kehebatan skuad penuh bintang Brasil kala itu. Setelah tak terkalahkan sepanjang fase penyisihan grup, timnas Brasil berhasil mengalahkan Jerman di final berkat dua gol dari Ronaldo.

Skuad bertabur bintang terus mengiringi kisah sukses Brasil di ajang internasional. Ditambah pemain bintang lain seperti Kaka dan Adriano, Brasil menjuarai Copa America 2004 dan Piala Konfederasi FIFA 2005.

Masa Kelam Brasil (2006 – 2018)

Satu per satu generasi emas kedua Brasil mulai gantung sepatu. Ini berdampak besar pada tim nasional sepak bola.

Meski masih banyak talenta asal negeri Samba bermain di klub-klub papan atas, para pemain seperti tak bisa menunjukan kapasitasnya saat membela timnas. Salah satu pertandingan yang paling diingat adalah kekalahan memalukan oleh Jerman dengan skor 1-7 di Piala Dunia 2014 di hadapan warga sendiri.

Mulai Bangkit dan Piala Dunia 2022 Qatar

neymar timnas brasil
https://commons.wikimedia.org/

Kerinduan Brasil akan trofi sedikit terobati ketika menjuarai Copa America 2019 yang kembali lagi, berkat keuntungan sebagai tuan rumah. Namun, sepertinya ini tak cukup dan banyak pihak yang ingin kembali melihat Brasil menjadi unggulan di Piala Dunia.

Menjelang Piala Dunia 2022, harapan muncul terutama karena timnas Brasil berhasil lolos Kualifikasi Zona CONMEBOL. Tak sekedar lolos, Brasil berhasil menempati peringkat pertama, unggul enam poin dari sang rival Argentina di klasemen akhir Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Per November 2021, Brasil seperti halnya negara lain yang sudah lolos kualifikasi, belum mengumumkan skuad untuk di Qatar nanti. Namun, deretan pemain berikut lah yang membawa Brasil lolos dan kemungkinan besar 50% dari pemain berikut tak akan mengalami perubahan.

Kiper (Penjaga Gawang)

  • Alisson Becker (Liverpool)
  • Ederson (Manchester City)
  • Gabriel Chapeco (Gremio)

Bek (Pemain Bertahan)

  • Thiago Silva (Chelsea)
  • Marquinhos (PSG)
  • Danilo (Juventus)
  • Alex Sandro (Juventus)
  • Eder Militao (Real Madrid)
  • Renan Lodi (Atletico Madrid)
  • Emerson Royal (Tottenham)
  • Gabriel Magalhães (Arsenal)

Gelandang (Pemain Tengah)

  • Philippe Coutinho (Barcelona)
  • Casemiro (Real Madrid)
  • Lucas Paqueta (Lyon)
  • Fred (Manchester United)
  • Fabinho (Liverpool)
  • Gerson (Marseille)

Striker (Pemain Depan)

  • Neymar (PSG)
  • Vinicius Junior (Real Madrid)
  • Gabriel Jesus (Manchester City)
  • Antony (Ajax)
  • Raphinha (Leeds)
  • Matheus Cunha (Atletico Madrid)

Beberapa nama lain yang juga masuk dalam kandidat dan pernah membela timnas Brasil selama kualifikasi adalah Roberto Firmino, Richarlison, dan Casemiro. Kita tunggu saja, siapa saja pemain yang akan mengisi skuad Brasil di Piala Dunia 2022 Qatar nanti.

Pilih Pemain Brasil Favoritmu di MPL Fantasy

Cara Bermain Aplikasi Game Bola MPL Fantasy Sepak Bola

Semua pemain di atas bisa dipilih untuk jadi bagian tim MPL Fantasy, lho. Contohnya seperti Neymar, Coutinho, dan Fabinho yang bermain bersama klub-klub papan atas Eropa.

Yuk, #BuktiinLoBisa racik tim terbaik dan mampu mengumpulkan poin tinggi untuk memenangkan 💎 yang bisa ditarik menjadi saldo GoPay dan LinkAja, Pro!

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komentar!!!x