Stadion Siliwangi: Mantan Kandang Persib yang Penuh Kenangan

Jika membahas Persib Bandung, bagai sayur tanpa garam jika tak menyebutkan Stadion Siliwangi. Setiap klub sepak bola, terutama yang punya sejarah, hampir sudah pasti memiliki stadion yang menjadi kandang ketika bermain sebagai tuan rumah, termasuk Persib.

Dulu, setiap kali Persib bermain di Stadion Siliwangi, semua tribun hampir sudah pasti akan penuh bahkan seringkali tak mampu menampung penonton.

Mau lebih mengenal stadion satu ini? Simak ulasannya berikut, Pro!

Lokasi, Kapasitas, dan Sejarah Stadion Siliwangi

Dengan lokasi yang strategis yaitu di pusat Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Lombok, menjadi salah satu alasan mengapa Siliwangi sempat menjadi markas utama Persib Bandung.

Stadion ini memiliki kapasitas yang dapat menampung lebih dari 25 ribu penonton. Meski awalnya memiliki rumput lapangan yang tergolong biasa saja dan belum memenuhi standar internasional, Stadion Siliwangi tetap megah. Apalagi jika Persib bermain, semua tribun hampir tak pernah ada yang kosong.

Sejak Tahun 1954

Mari kita mengulas tentang sejarah Stadion Siliwangi.

Awalnya, lapangan sepak bola stadion ini memiliki nama SPARTA dan sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 1916. Nama SPARTA sendiri diambil dari sebuah tim yang terbentuk di zaman Hindia Belanda.

Tak hanya digunakan untuk olahraga, lapangan ini terkadang juga dipakai oleh para serdadu Belanda untuk latihan baris berbaris karena letaknya yang berada di lingkungan militer. Kedatangan militer dan tim sepak bolanya ke Bandung ini besar kemungkinan berhubungan dengan rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia.

Indonesia akhirnya merdeka dan sembilan tahun berselang, di lapangan SPARTA dibangun lah stadion yang kemudian dikelola oleh Kodam III/Siliwangi.

Dibangun untuk Memperingati Peristiwa Bandung Lautan Api

Dibalik pembangunan stadion yang kemudian bernama Stadion Siliwangi tersebut, banyak pihak yang mungkin belum tahu jika stadion ini didedikasikan untuk warga Bandung.

Yup, setelah kurang lebih 200 ribu warga yang rela rumah dan hartanya semua dibakar secara sengaja untuk mengusir para penjajah, dibangun lah sebuah stadion.

Siliwangi dibangun 8 tahun setelah peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada  24 Maret 1946. Pembangunan ini diprakarsai oleh Panglima Tentara dan Teritorium III, Kolonel Inf A.E. Kawilarang, yang diperuntukan bagi kegiatan olahraga warga kota Bandung dan untuk latihan para tentara Siliwangi.

Stadion Siliwangi Kemudian Menjadi Kandang Persib Bandung

Kala itu, kota Bandung belum memiliki stadion untuk menggelar ajang olahraga terutama sepak bola yang memadai. Secara otomatis, Stadion Siliwangi kemudian menjadi markas besar Persib Bandung tepatnya di tahun 1951.

Tak hanya itu, stadion ini pun menjadi tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) V yang dibuka oleh Presiden Soekarno di tahun 1961.

Pernah Dijajal Oleh Ruud Gullit Bersama PSV

Selain jadi tempat lahirnya para legenda sepak bola Bandung seperti Djajang Nurjaman, Adjat Sudrajat, Iwan Sunarya, dan Robby Darwis, stadion yang terletak di tengah kota Bandung ini semakin bersejarah ketika menjamu PSV Eindhoven di tahun 1987.

Kala itu, PSV berstatus sebagai tim kuat asal Belanda, bahkan Eropa, karena diperkuat oleh legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit. Pertandingan persahabatan kala itu tentu saja disaksikan langsung oleh suporter setia Persib yang disebut Bobotoh sebanyak kurang lebih 25 ribu orang.

Kondisi dan Situasi Stadion Siliwangi Terbaru

Stadion Siliwangi masih berdiri tegak di tengah deretan bangunan-bangunan Kota Bandung. Meski begitu, aura dan eksklusivitas stadion ini tak bisa dipungkiri sudah tak sama seperti dulu.

Meski sempat mendapat peremajaan dan renovasi, Stadion Siliwangi sekarang sudah tak lagi menjadi kandang Persib Bandung. Bobotoh sudah tak lagi berbondong-bondong menghidupkan stadion ini setiap minggunya.

Di sisi lain, Siliwangi tetap berada di tangan yang terpercaya mengingat berada di wilayang militer. Selain itu, Siliwangi tetap punya tempat spesial bagi Persib maupun hati para Bobotoh hingga sekarang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.