Leo Lucki: Juara MPL Piala Presiden Esports – Speed Chess Yang Berasal Dari Palu

Semua orang bisa menjadi atlet Esports. Eits, meskipun ini terdengar seperti motivasi omong kosong belaka, Pro bisa melihat bukti nyatanya di sosok Leo Lucki, lho. Kamu yang kemarin mengikuti rangkaian Turnamen Piala Presiden mungkin sudah kenal dengan nama ini.

Benar sekali, Leo Lucki adalah salah satu Juara Piala Presiden, tepatnya di cabang olahraga Speed Chess. Nah, di penutup ajang Piala Presiden kemarin, pecatur muda dari Palu ini sempat memberikan beberapa wejangan pada MPL, Pro.

Senang, Lega, dan Pastinya Bersyukur Bisa Menjuarai Piala Presiden

Itulah tiga sensasi utama yang dirasakan Leo ketika diwawancarai setelah berhasil menjuarai Piala Presiden.

Senang pastinya karena berhasil menjuarai ajang bergengsi seperti MPL Piala Presiden Esports – Speed Chess yang diikuti oleh lebih dari 40.000 pemain. Bercampur lega karena memang ajang Piala Presiden ini mengumpulkan semua pecatur amatir terbaik di Indonesia.

Pro bisa lihat sendiri di babak final di mana Leo harus berusaha sampai titik penghabisan terakhir ketika melawan Bapak Kosasih selaku finalis. Tapi tentunya perjuangan tersebut sepadan dengan hadiah Rp. 100 juta yang diperoleh Leo!

Bagaimana tidak bersyukur ketika mendapatkan uang sebanyak itu, Pro? Apalagi ketika Leo harus berurusan dengan kondisi internet di Palu yang sering naik-turun di Babak Kualifikasi.

Sepak Terjang Leo di Piala Presiden

Meskipun harus sering mencicipi asam-garamnya koneksi internet di Palu yang tidak stabil, hal ini tidak menghentikan niat Leo untuk berpartisipasi di Piala Presiden. Memang pemuda berusia 25 tahun ini sudah lama mendalami permainan catur dan dirinya merasa terpanggil ketika mengetahui adanya turnamen catur online ini, Pro.

Di hari pertama Babak Kualifikasi, niat Leo semakin mengeras ketika setelah bermain selama 6-7 jam, namanya hanya ada di peringkat ratusan. Menurutnya, akan sia-sia perjuangannya jika setelah berjam-jam bermain, Leo gagal lolos ke Babak 8 Besar, Pro.

Dengan total 464 kemenangan dari 500+ pertandingan, pecatur dari Palu tersebut akhirnya berhasil lolos dari Babak Kualifikasi.

Terbang ke Jakarta untuk menghadiri Babak Perempat Final, pecatur tersebut kembali tampil gemilang, Pro. Leo berhasil mengalahkan ketiga lawannya dan keluar sebagai juara Grup A.

Pindah ke panggung yang lebih besar di Bali juga masih belum bisa menghambat momentum Leo. Di Babak Semifinal, pecatur kebanggaan Palu tersebut lagi-lagi berhasil lolos dengan 2 kemenangan tanpa satu kekalahan sekalipun untuk mengamankan tempatnya di Babak Final.

Baru di Babak Grand Final Leo menemukan lawan yang benar-benar membuatnya kelabakan di dalam sosok pecatur senior, Bapak Kosasih. Masuk di partai ketiga, masing-masing finalis berhasil mengantongi satu kemenangan.

Meskipun sempat terpojok dan hampir kehabisan waktu, tapi Leo akhirnya berhasil mengungguli lawannya dan keluar sebagai Juara Piala Presiden, Pro! Kisah Leo yang merantau dari Palu, lalu ke Jakarta, akhirnya berujung bahagia pada ajang Grand Final Piala Presiden di Bali.

Apakah ini pertanda bagi Leo untuk memulai karirnya sebagai atlet catur?

Mau Tetap Jadi PNS atau Menjadi Atlet?

Memang di kesehariannya, Leo bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Palu. PNS sampai sekarang masih banyak dikenal sebagai jalan karir yang lukratif, tapi apakah Leo mau meninggalkan posisinya sebagai PNS untuk lebih mendalami dunia catur profesional?

Sayangnya, untuk saat ini Leo masih memilih untuk menjadi PNS saja, Pro. Saat diwawancarai, Leo bahkan menyebutkan niatnya untuk menggunakan hasil kemenangan Piala Presiden sebagai modal dalam memulai usaha perikanan, lho!

Sementara sisanya akan disumbangkan untuk membantu mendirikan masjid di rumahnya di Palu. Saat ini, pecatur amatir tersebut memang masih lebih nyaman menggunakan catur sebagai hobi, tapi yang bisa bersifat menghasilkan juga, Pro.

Hal ini juga terkait dengan pendapat Leo yang menganggap bahwa turnamen catur di Indonesia, terutama untuk Esports, masih kekurangan sponsor.

Perkembangan Catur Sebagai Cabang Olahraga Esports

Meskipun di luar sana permainan catur online sudah mulai diakui sebagai cabang Esports, Indonesia sayangnya masih tertinggal. Leo sendiri baru pertama kali melihat catur online dipertandingkan sebagai Esports pada ajang Piala Presiden ini.

Tapi, Leo tetap memuji MPL berkat keberhasilannya dalam menggelar turnamen catur online terbesar di Indonesia sampai saat ini, Pro. Pecatur tersebut juga mengakui bahwa kualitas dari turnamen tersebut bisa melebihi ekspektasinya.

Dengan suksesnya ajang MPL Piala Presiden Esports – Speed Chess ini, Leo berharap akan lebih banyak sponsor yang tertarik mendukung turnamen catur online kedepannya.

Terlebih lagi, dengan jumlah peserta lebih dari 40.000 pemain, sudah terbukti bahwa permainan catur bukan hanya untuk orang tua saja, Pro! Pro bisa lihat sendiri pada Top 8 MPL Piala Presiden, di mana mayoritas pemainnya berumur di bawah 30 tahun.

Dari 8 pemain tersebut, hanya Bapak Kosasih dan Bapak Yunias saja yang masuk kategori pemain senior. Menurut Leo, ini membuktikan kalau catur memang bersifat universal dan bisa dimainkan segala usia, Pro!

Tertarik Mengikuti Kesuksesan Leo Lucki?

Terakhir, pecatur dari Palu tersebut memiliki beberapa wejangan untuk kamu yang tertarik terjun ke dunia catur online. Menurutnya, kamu pertama-tama harus belajar untuk menyukai permainan catur terlebih dahulu.

Seperti peribahasa ‘tak kenal maka tak sayang’, kalau dasar menyukai catur saja tidak ada, pasti kamu akan malas untuk berusaha, Pro. Dari situ, baru kamu bisa mulai berlatih main catur atau ‘berguru’ pada pemain-pemain profesional catur lainnya.

Dengan adanya internet, kamu bisa bermain catur online melawan pemain yang juga baru mulai. Melalui YouTube, kamu juga bisa menganalisa permainan pecatur muda kelas dunia seperti Magnus Carlsen atau Hikaru Nakamura.

Tunggu apalagi? Ayo, asah skill bermain catur kamu di Speed Chess pada Aplikasi MPL jika kamu ingin mengikuti jejak Leo Lucki. Siapa tau, di tahun depan malah kisah sukses kamu yang akan terpampang di sini, Pro!

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komentar!!!x