10 Gelandang Terbaik Sepak Bola di Era 2020-an

Ketika sebuah tim melakukan transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya, dibutuhkan para gelandang terbaik yang mampu menjalankan perannya dengan sempurna. Gelandang atau pemain tengah seringkali dituntut untuk memiliki teknik dasar sepakbola yang tinggi.

Nama-nama berikut merupakan contoh nyata dan bisa dijadikan patokan bagaimana seharusnya gelandang terbaik berfungsi dalam sebuah tim.

Selain memiliki kemampuan yang terbilang lengkap, pemain berikut mampu membawa timnya masing-masing menunjukan performa optimal di setiap pertandingan.

10. Marcos Llorente (Atletico Madrid & Spanyol)

Marcos_Llorente_2019-gelandang-terbaik
https://commons.wikimedia.org/

Di Real Madrid, Marcos Llorente hanya sekedar penghangat bangku cadangan dan jarang mendapat kesempatan bermain. Padahal, talenta Llorente saat itu sudah membuat banyak pihak terkesima.

Los Blancos lalu memutuskan untuk melego Llorente ke rival sekota, Atletico Madrid di tahun 2019. Marcos Llorente membuktikan jika Real Madrid melakukan kesalahan dan terlihat di musim 2020/21.

Di bawah arahan Diego Simeone, Llorente berperan besar dalam membawa Atletico juara La Liga Spanyol dan jadi yang pertama sejak 2014. Pemain yang sekarang berusia 26 tahun ini mencatatkan 12 gol dan 11 assist sepanjang musim.

Tak hanya di level klub, Llorente juga menjadi langganan timnas dan saat ini merupakan aset gelandang terbaik yang ada di Spanyol.

9. Nicolo Barella (Inter Milan & Italia)

https://commons.wikimedia.org/

Sebelum menjadi bagian dari skuad juara Inter Milan di Serie A Liga Italia musim 2020/21, Nicolo Barella besar dan belajar sepak bola di Cagliari. Setelah menunjukan kelihaiannya dalam mengolah si kulit bundar, Inter Milan langsung mengamankan jasa pemain berusia 24 tahun ini.

Barella kemudian menjelma jadi gelandang terbaik di Italia. Hasilnya terlihat di Piala Eropa (Euro) 2020 lalu karena berhasil keluar sebagai juara di Wembley, yang merupakan kandang Inggris lawan Italia di final.

Barella terus menunjukan performa apik setiap pekannya bersama Inter. Dengan stamina prima, mampu bermain di beberapa posisi, dan akurasi passing tinggi, Nicolo Barella selalu menjadi pemain penting di setiap pertandingannya.

8. Leon Goretzka (Bayern Munchen & Jerman)

leon-goretzka-gelandang-terbaik-min
https://commons.wikimedia.org/

Postur tubuh kekar dan tinggi menjulang tak membuat pemain satu ini kekurangan kecepatan atau stamina di lini tengah.

Leon Goretzka merupakan pemain box-to-box papan atas dengan insting mencetak gol yang tergolong tinggi.

Baik bersama Bayern Munchen atau ketika membela timnas Jerman, Goretzka selalu menjadi pilihan utama siapapun pelatihnya.

7. Marco Verratti (PSG & Italia)

https://commons.wikimedia.org/

Kebalikan dari Goretzka, gelandang terbaik di dunia berikutnya memiliki postur tubuh di bawah rata-rata pemain Eropa.

Akan tetapi, hal ini tak menjadi kendala bagi Marco Verratti untuk bisa menyalurkan bola dan mengontrol permainan.

Di balik posturnya yang kecil, Verratti merupakan salah satu pemain tengah dengan kemampuan duel yang mumpuni. Sebagai contoh, Verratti menorehkan 30 tackle dan menjadi yang terbanyak di Euro 2020 lalu.

Tak heran jika PSG sejak sepuluh tahun lalu membajak pemain berusia 28 tahun ini dari Liga Italia.

6. Ilkay Gundogan (Manchester City & Jerman)

ilkay_Gündoğan-gelandang-terbaik
https://commons.wikimedia.org/

Meski sempat tak jadi pilihan utama di timnas Jerman, Ilkay Gundogan adalah kapten dan jendral lapangan tengah Manchester City saat berlaga di Liga Inggris maupun Liga Champions. Perannya di lini tengah City tak tergantikan apalagi jika Kevin De Bruyne sedang tak bisa bermain.

Gundogan merupakan pemain paket lengkap karena mampu memiliki passing akurat, baik dalam bertahan bahkan sering mencetak gol ketika dibutuhkan.

Pencapaiannya bersama City ini juga membuat Gundogan hampir pasti akan menjadi salah satu pilihan utama Hansi Flick di Piala Dunia 2022 Qatar.

5. Jorginho (Chelsea & Italia)

https://commons.wikimedia.org/

Jorginho menempati posisi ke-5 gelandang terbaik dunia sepak bola dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini dirasa wajar karena tak hanya jadi gelandang yang membawa Italia juara Euro 2020, tetapi juga membawa Chelsea juara Liga Champions.

Pada ajang pemilihan pemain terbaik Ballon d’Or 2021, banyak pihak yang percaya jika Jorginho pantas untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut. Sayangnya, pemain berusia 29 tahun ini hanya berakhir di posisi tiga.

Peran Jorginho di lapangan memang tak terlalu menonjol seperti halnya striker atau kiper. Hanya pengamat atau yang paham akan strategi sepak bola akan mengetahui betapa besarnya peran Jorginho di lini tengah.

4. Joshua Kimmich (Bayern Munchen & Jerman)

https://commons.wikimedia.org/

Jika Pro tak pernah melihat betapa pentingnya peran Joshua Kimmich di Bayern Munchen, coba tanya Kylian Mbappe.

Pada interview setelah pertandingan PSV vs Munchen, Mbappe menyatakan jika pelatih menginstruksikan dirinya dan Neymar untuk menutup ruang passing Kimmich selama pertandingan. Hasilnya, PSG berhasil menang dengan skor 3-2.

Dari situ bisa terlihat jika otak permainan Munchen ada di Kimmich. Wajar saja, pemain berusia 26 tahun ini selalu menempatkan diri di posisi yang tepat lalu dengan mudah menciptakan peluang.

Di sisi lain, Kimmich juga kuat dalam bertahan. Buktinya, Kimmich pernah menempati posisi bek kanan saat Munchen masih dilatih oleh pelatih Manchester City saat ini, Pep Guardiola.

3. N’golo Kante (Chelsea & Italia)

N'Golo_Kanté_gelandang-terbaik
https://commons.wikimedia.org/

N’golo Kante menjadi salah satu pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018. Belum cukup? Kante merupakan partner Jorginho di lini tengah saat membawa Chelsea menjadi klub terbaik di Eropa.

Meski begitu, N’golo Kante akan selalu menonjol siapapun partner, pelatih, dan timnya. Jika tak percaya, coba lihat saja perannya saat membela Leicester City di tahun 2016.

2. Luka Modric (Real Madrid & Kroasia)

Modrić_World_Cup_2018
https://commons.wikimedia.org/

Luka Modric menjadi satu-satunya pemain yang meraih Ballon d’Or di tengah dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ini bisa menjadi tolak ukur betapa hebat peran pemain berpostur kecil ini baik di Real Madrid dan timnas Kroasia saat menjadi lawan Prancis di Piala Dunia 2018.

Modric masih menjadi sosok penting di klub sebesar Real Madrid meski usianya sudah tak muda lagi. Kemampuan dalam mengatur serangan, visi, dan akurasi tendangannya masih sangat berkualitas.

1. Kevin De Bruyne (Manchester City & Belgia)

https://commons.wikimedia.org/

Jika saja Kevin De Bruyne tak satu generasi dengan Modric, Ronaldo, Messi, dan negara kebangsaannya juara turnamen internasional, pasti Ballon d’Or sudah diberikan pada dirinya.

Kevin De Bruyne merupakan sosok utama suksesnya Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola dalam beberapa musim terakhir. Sejauh ini De Bruyne telah mencatatkan 78 assist dan 44 gol dari 188 pertandingan bersama City.

Namun, cedera kerap melanda pemain berusia 30 tahun ini. Pep sepertinya perlu berputar otak agar De Bruyne bisa kembali memberikan penampilan terbaiknya di atas lapangan.

Sementara itu, De Bruyne termasuk generasi emas yang Belgia bersama Lukaku, Hazard, dan Courtois. Sayangnya, Belgia belum bisa berbicara banyak di pentas internasional entah itu Piala Dunia dan Piala Eropa.

Pilih Gelandang Terbaik Versi Kamu di MPL Fantasy Sepak Bola

Ketika dua tim yang punya deretan gelandang terbaik dunia bertanding, formasi yang paling cocok untuk tim Fantasy mungkin 3-5-2. Setuju nggak, Pro?

Biar lebih sesuai dengan analisa kamu, yuk pilih pemain dan formasi di MPL Fantasy Sepak Bola, Pro!. #BuktiinLoBisa jadi Master MPL Fantasy dan menangkan saldo GoPay dan LinkAja setiap hari!

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komentar!!!x